>Dampak Aktivitas Gunung Sinabung di Sumatera Utara

>

Pengungsi di Desa Telagah Kecamatan Sei Bingei Kab.Langkat

Pukul 10.00 wib Selasa,31 Agustus 2010 kami  bergerak dari kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Langkat menuju tempat pengungsian di Desa Telagah Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat,desa yang berada di kaki gunung sinabung dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Karo.Rombongan yang terdiri dari Reza Lubis,Enis Safrin Aldin dan Waluyo ketiganya merupakan Komisioner dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Kabupaten Langkat ikut serta dalam rombongan Afandi jurnalis salah satu media lokal di Sumatera Utara,Sepanjang perjalanan mulai Simpang  Namo Jahong Sei Bingei  melintasi Desa Simpang Kuta Buluh, Desa Rumah Galoh hingga ke desa Telagah kondisi jalan pada umumnya sangat memprihatinkan dan rusak parah walaupun di beberapa ruas jalan ada yang bagus juga.

Setibanya kami di Desa Telagah,kami menjumpai pengungsi yang di tempatkan di sebuah jambur (tempat pertemuan bagi masyarakat karo setempat) yang berada di sebuah tanah lapang di tengah tengah Desa Telagah.













Para pengungsi yang masuk ke Desa Telagah dengan berbagai cara, ada yang menempuh dengan berjalan kaki, naik sepeda motor, menyewa truk maupun angkutan umum. Mereka datang secara bertahap, yang dimulai sejak hari Minggu 29 Agustus 2010 hingga saat asessment dilakukan. Jarak dario lokasi bencana ke wilayah pengungsian antara 25 – 35 km melalui jalan umum yang relatif baik.

Jumlah Pengungsi yang ada di tempat tersebut menurut koordinator Team Penampungan Pengungsi Gunung Sinabung di desa Telagah Darman Sembiring sebanyak 1641 Jiwa ( hingga Pukul 11.00 wib 31 Agustus 2010) diantaranya anak anak yang berjumlah kurang lebih 350 jiwa mereka berasal dari 7 desa di Kabupaten Karo yang ada seputaran gunung Sinabung diantaraanya dari desa Kuta Rayat, Sigagorang, Kuta Gugung, Kebayaken, Kuta Mbelin, Suka Nalu dan Desa Pintu Besi yang terletak di Kecamatan Namantran dan Simpang Empat Kabupaten Tanah Karo.

Diantara pengungsi anak anak tersebut terdapat ibu hamil dan bayi serta anak berusia di bawah lima tahun (BALITA).






Mereka yang mengungsi di Desa Telagah, menempati sebuah los (jambur desa) yang biasa digunakan untuk pesta di tempat itu yang berukuran lebih kurang 500 meter persegi. Ditempat itu mereka menginap bersama dengan anggota keluarga mereka. Los yang mereka tempati tersedia fasilitas penerangan, kamar mandi, air bersih, wc, dan dapur umum yang relatif cukup memadai. Kondisi Los tersebut memang tidak berdinding penuh, sehingga untuk mengurangi terpaan angin dan udara dingin, mereka lapisi dengan tikar bekas.  Sebagai alas tidur mereka secara umum menggunakan tikar plastik, termasuk anak-anak dan balita.

Layanan publik yang tersedia secara penuh adalah layanan medis oleh para dokter dan perawat, sarana obat-obatan serta mobil ambulans. Layanan publik ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Langkat, PMI dan Kantor Sosial Kabupaten Langkat. Selain itu pada hari kedua di pengungsian para ibu hamil dan menyusui serta balita mendapat bantuan susu dan makanan tambahan instant. Jumlah para pengungsi yang meminta bantuan medis hingga hari ketiga berjumlah 270 orang, dengan rata-rata per hari yang datang ke posko kesehatan sekitar 70 orang, 15 – 25 orang diataranya usia anak.  Keluhan sebagian besar para pengungsi yang datang ke posko kesehatan adalah mata pedih (iritasi), nafas sesak (gejala ISPA) dan gatal-gatal di sekitar tubuh.













Secara rinci jenis dan jumlah bantuan yang ditampung melalui koordinator posko meliputi :

No
Jenis bantuan
Jumlah
1
Beras
2.680 kg
2
Gula Putih
265 kg
3
Mie Instan
351 kotak
4
Bubuk Teh
52 kotak
5
Bubuk Kopi
15 kg
6
Minyak Goreng
17 kg
7
Air Mineral
52 kotak
8
Roti
5 dus
9
Telur
30 papan
10
Biskuit/ MP-ASI
80 kotak
11
Susu Ibu Hamil
36 saset
12
Sabun Mandi
55 pcs
13
Sayuran
1. kacang panjang 12 kg
2. Kol 100 kg
3. labu/gundur (tidak dihitung)
4. daun ubi (tidak dihitung)
14
Kayu bakar
Tidak dihitung
15
Terpal
3 lembar
16
Peralatan masak
Swadaya warga setempat






(Sumber data : Koordinator Tim Penampungan Pengungsi Gn Sinabung Desa Telagah,bantuan didapat dari berbagai sumber)

Dari hasil pengamatan dan wawancara kami dengan para pengungsi dan petugas posko, beberapa jenis yang dibutuhkan meliputi :

  1. Tenda khusus bagi ibu, bayi dan balita agar terhindar dari faktor kedinginan dan tidak menyatu dengan orang dewasa apalagi yang merokok.
  2. Selimut.
  3. Susu formula untuk bayi dan balita.
  4. Multivitamin untuk bayi dan balita.
  5. Perlu penambahan relawan Tenaga Kesehatan (para medis).
  6. Minyak kayu putih.
  7. Sabun cuci.
  8. Sembako.




Atas ↑